KAJIAN EKONOMI LOKAL MASYARAKAT DI KAWASAN RAWAN BENCANA DESA BUMIAJI KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU
DOI:
https://doi.org/10.36456/waktu.v19i01.3639Keywords:
Desa Bumiaji, Ekonomi Lokal, Rawan BencanaAbstract
Desa Bumiaji sebagai kawasan permukiman dengan tingkat rawan bencana yang cukup tinggi yaitu banjir dan tanah longsor. Peneliti bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik ekonomi lokal, dan potensi dan permasalahan pengembangan ekonomi lokal masyarakat di Kawasan Rawan Bencana. Metode penelitihan mengunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan SWOT IFAS EFAS. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam dokumentsi dan survei instansi. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Mata pencaharian di Desa Bumiaji didominasi pada sektor jasa dengan jumlah 2.801 jiwa atau 38% dari total keseluruhan masyarakat Desa Bumiaji. Produksi pertanian Desa Bumiaji cenderung tidak stabil. Jumlah UMKM yang terletak di Desa Bumiaji adalah sebanyak 33 unit. Hasil produksi dipasarkan ke Pasar Batu, Pasar Karangploso, Pasar Pujon dan terkadang ada yang dibawa ke luar kota, antara lain Pasar Gadang, Pasar Dinoyo, Pasar Blimbing, Kediri, Tulungagung dan bahkan ada yang dikirimkan ke luar jawa. Pengembangan UMKM di Desa Bumiaji sudah ditangani secara khusus. Peran dan dukungan kelembagaan penunjang sebagai sarana pengembangan usaha bagi petani seperti kelompok usaha tani, serta peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), dan koperasi seperti KUD. 2) Arahan strategi pengembangan potensi ekonomi lokal Desa Bumiaji berada pada kuadran II, sehingga strategi yang digunakan dalam arahan ini berupa strategi progresif (Streghts-Threats) yang berarti terus memperbesar pertumbuhan serta kemajuan secara maksimal.
References
BPS (Badan Pusat Statistik). Tahun 2018. Kecamatan Bumiaji Dalam Angka
Dhuha, Bayuaji Ginajar, dkk. 2016. Analisis Penetuan Zonasi Risiko Bencana Tanah Longsor Berbasis Sistem Infonmasi Geografi (Studi Kasis; Kabupaten Banjarnegara). Jurnal Geodesi Undip Volume 5 hal 326 – 335.
Didik Agus SP. 2005. Bencana Alam, Bencana Teknologi, Racun Dan Polusi Udara; Sebuah Tinlauan Psikologi Lingkungan. Jurnal Buletin Psikologi. Volume 13, No. I,
Esa, Francisca. Dkk.2017. Tingkat Keberlanjutan Pengembangan Desa Wisata Gunungsari Kota Batu. Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol.9, No. 1
Ferawati.2018. Studi Pengaruh Erupsi Gunung Sinabung Terhadap Sektor Pertanian Di Kabupaten Karo Sumatera Utara. Jurnal Kapita Selekta Geografi, Volume 1 No.3. Oktober 2018. (Halaman: 55-60)
Paimin. Sukresno. Pramono B, I. (2009). Teknik Mitigasi Banjir dan Tanah Longsor. Bogor: Tropenbos International Indonesia Programme.
Prasetyaningsih Eka Dyah Wahyu, Widjonarko. 2015. Strategi Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Komoditas Salakdi Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara,volume 04, No. 04 (2015).
Pranatasari, D, S. Miardini, A. Dan Harjadi, B. (2017). Analisis Kerentanan Tanah Longsor Sebagai Dasar Mitigasi di Kabupaten Banjarnegara. Jurnal Penelitian
Rema, M, Y. Setijawan, A. dan Widodo, W,H,S. (2017). Zonasi Kawasan Berdasarkan Tingkat Risiko Bencana Tanah Longsor di Kota Batu.
Shofwan. Moch. 2018. Mitigasi Bencana Erosi dan Longsor (Kajian Teori dan Teknis). Sidoarjo: Mejatamu
Susanti, Etika Ari, dkk.2014. Pengembangan Ekonomi Lokal Dalam Sektor Pertanian (Studi pada Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 1, No. 4. (Hal 31-40).
Utama, Yusak Senja, dan Bawole, Paulus.2017. Pengaruh Pembangunan Berbasis Masyarakat Terhadap Pengurangan Dampak Kerentanan Bencana Alam Dan Ekonomi Di Pedesaan. Jurnal arsitektur Vol.8, No.3. (Hal 20-31)
UU RI (Undang – Undang Negara Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007, Tentang Penanggulangan Bencana).
Wiranta, Dayat NS. 2015. Penguatan Peran Pemerintah Daerah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal: Peluang dan Tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Jurnal Lingkar Widyaiswara. Edisi 2 No. 3, Jul – Sep 2015, p.33 – 50 ISSN: 2355.










