STUDI PERILAKU STRUKTUR BETON BERTULANG TERHADAP KINERJA BATAS AKIBAT PENGARUH TINGGI BANGUNAN DAN DIMENSI KOLOM BERDASARKAN SNI 03-1726-2002
DOI:
https://doi.org/10.36456/waktu.v8i2.829Keywords:
Struktur beton bertulang, tinggi struktur, dimensi kolom, KBL, KBUAbstract
Kontrol terhadap perilaku bangunan terhadap gempa telah diatur dalam SNI-03-1726-
2002 pada Kinerja Batas Layan (KBL) dan Kinerja Batas Ultimit (KBU) untuk mencegah terjadinya
keruntuhan bangunan. Namun pada bangunan tinggi, kontrol tersebut menimbulkan suatu
pertanyaan mendasar akibat perilaku struktur yang terjadi pada batas nilai drift yang diijinkan.
Berdasarkan hal tersebut, tujuan studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi
tinggi bangunan terhadap nilai Kinerja Batas Layan (KBL) dan Kinerja Batas Ultimit (KBU) akibat
perilaku bangunan struktur beton bertulang pada wilayah yang mempunyai resiko gempa tinggi
berdasarkan SNI 03-1726-2002. Metode yang digunakan adalah dengan memodelkan struktur
beton bertulang sebagai Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) pada sistem struktur
portal terbuka (open frame). Model dibuat sebanyak 3 model dengan dengan variasi tinggi struktur
(Hstr) = 4, 6, dan 8 lantai dengan perbandingan tinggi struktur (Hstr) terhadap lebar struktur (Bstr)
adalah = 2 : 1. Struktur dianalisis sesuai peraturan SNI 03-1726-2002 dengan memakai software
SAP 2000 Nonlinear. Permodelan dilakukan dalam bentuk 2 Dimensi (2D). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kombinasi dari penambahan tinggi struktur dan pembesaran dimensi kolom
memberikan pola defleksi yang sama hingga struktur 6 lantai yaitu dalam batas drift Δs (KBL) dan
drift Δm (KBU) dimana pola penyimpangan terjadi pada kolom langsing. Namun terjadi perubahan
pola pada struktur 8 lantai yaitu tidak adanya kontribusi pada nilai defleksi akibat adanya
pembesaran kolom yaitu pada kolom 60 cm2, 70 cm2, dan 80 cm2.
References
Alami, F., 2004, â€Experimental and Numerical Study of Prediction of Linear Buckling Load from
Frequency Measurement“, Jurnal SIGMA, Jurnal Sains dan Teknologi Vol.7 No.1
Januari 2004, ISSN 1410-5888, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Badan Standardisasi Nasional, 2002, Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk
Bangunan Gedung, SNI 03-1726-2002.
Badan Standardisasi Nasional, 2002, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan
Gedung, SNI 03-2847-2002.
Budiono, B. dan Wibowo, F., 2008, “Analisis Kapasitas Struktur dengan Incremental Dynamic
Analysis (IDA) & Pendekatan Modal Pushover Analysis (MPA) Struktur Beton
Bertulangâ€, Seminar dan Pameran HAKI 2008.
Departemen Pekerjaan Umum, 1983, Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung (PPIUG),
Jakarta.
Dewobroto, W., 2007, Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP 2000, Elex Media Komputindo,
Jakarta.
Dewobroto, W. dan Besari, S., 2006, “Simulasi Numerik Berbasis Komputer Sebagai Solusi
Pencegah Bahaya Akibat Kegagalan Bangunanâ€, Seminar Nasional “Kegagalan
Bangunan, Solusi dan Pencegahanâ€, Kampus UPH, Jakarta.
Pranata, A.Y., 2006, â€Evaluasi Kinerja Gedung Beton Bertulang Tahan Gempa Dengan Pushover
Analysis (Sesuai ATC-40, FEMA 356 dan FEMA 440)â€, Jurnal Teknik Sipil, Vol. 3, No. 1,
Universitas Kristen Maranatha, Bandung.
Purwono, Rachmat et all, 2007, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung
(SNI-03-2847-2002) Dilengkapi Penjelasan (S-2002), ITS Press, Surabaya.
Purwono, R. dan Tavio, 2007, “Evaluasi Cepat Sistem Rangka Pemkul Momen Tahan Gempaâ€,
Seminar dan Pameran HAKI 2007 “Konstruksi Tahan Gempa di Indonesiaâ€, ITS press,
Surabaya.
T. Pauley and M.J.N. Priestley, 1992, Seismic Design of Reinforced Concrete and Masonry
Buildings, John Wiley & Sons.
Villaverde, R., 2007, â€Methods to Assess the Seismic Collapse Capacity of Building Structures:
State of the Artâ€, Journal of Structural Engineering (ASCE), 133:1(57), 0733-9445.










