PENGARUH FAKTOR PLACE ATTACHMENT PADA PROSES ADAPTASI HABITAT DI PERMUKIMAN PETEMON, SURABAYA
DOI:
https://doi.org/10.36456/waktu.v17i1.1913Keywords:
adaptasi habitat, banjir, kampung, kawasan permukiman, place attachmentAbstract
Proses adaptasi habitat merupakan cerminan adanya faktor keterikatan masyarakat
terhadap suatu kawasan kota, yang dipengaruhi oleh faktor fisik dan non fisik. Permukiman
Petemon merupakan permukiman yang berumur cukup tua di kota Surabaya. Kawasan ini dikenal
pula sebagai kawasan yang terdampak cukup berat ketika musim hujan di Surabaya dikarenakan
banjir. Namun, berdasarkan data profil kependudukan kelurahan Petemon, terjadi peningkatan
jumlah penduduk dari tahun 2014-2016 dari dari 291 jiwa/hektare menjadi 306 jiwa/hektare. Hal
ini terjadi dikarenakan adanya proses adaptasi habitat pada cara bermukim masyarakat akibat
keberadaan faktor keterikatan yang menjadi penyebab bertahannya penguni di kawasan
permukiman Petemon. Maka, diperlukan kajian terkait faktor place attachment yang terjadi pada
kawasan permukiman ini yang menyebabkan proses adaptasi habitat. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengidentifikasi faktor place attachment dalam adaptasi habitat di Permukiman
Petemon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik analisa
dengan teknik analisis character appraisal dalam menilai dan mengelompokkan lingkungan
permukiman serta metode wawancara dan pengamatan untuk menngidentifkasikan faktornya.
Hasil dari penelitian ini adalah teridentifikasinya faktor place attachment pada kawasan studi.
Faktor place attachment yang teridentifikasi adalah faktor fisik, sosial, kultural, individu,
pengalaman, fasilitas sosial, kepuasan akan suatu tempat.
References
BPS. 2014. Kecamatan Sawahan dalam Angka 2014
BPS. 2015. Kecamatan Sawahan dalam Angka 2015
BPS. 2016. Kecamatan Sawahan dalam Anzahgka 2016
BPS. 2017. Kecamatan Sawahan dalam Angka 2017
Hashemnezhad, Hashem. (2013). Sense of Place and Place Attachment, A Comparative Study.
International Journal of Architecture and Urban Development.
Hashemnezhad et al (2013) Comparison the concepts of sense of place and attachment to place in
Architectural Studies. Malaysia Journal of Society and Space 9 issue 1. Pp. 107 – 117
Hidalgo, M. C. and B. Hernandez (2001). "Place Attachment: Conceptual and Empirical Questions."
Journal of Environmental Psychology 21(3): 273-281.
Husain, Sarkawi B. (2016). Banjir, Pengendaliannya, dan Partisipasi Masyarakat di Surabaya, 1950
–1976. Jurnal Masyarakat dan Budaya. Volume 18 No. 1 Tahun 2016
Katherina, Luh Kitty. (2017). Dinamika Pertumbuhan Penduduk dan Kejadian Banjir di Kota: Kasus
Surabaya. Jurnal Kependudukan Indonesia Vol. 12 No. 2 Desember 2017. LIPI, Jakarta
Rapoport, Amos. (2018). Some Further Thoughts On Culture and Environment. Archnet-IJAR,
International Journal of Architectural Research, Volume 2 Issue 1 March 2009 (16-39)
Silas, Johan. Ernawati, Rita. (2013). Liveability of Settlements by People in the Kampung of Surabaya.
Proceedings of the 19th International CIB World Building Congress: Construction and Society,
QUT, Brisbane
Newell, Robert. (2018). From sense of place to visualization of place: examining people-place
relationships for insight on developing geovisualizations. Heliyon Volume 4, Issue 2. Elsevier
Ltd.
Stedman RC (2003). Is it really just a social construction: the contribution of the physical environment
to sense of place. Society and Natural Resources 16(8):671-685
Zakiyah. (2017). Ketika Hujan Deras, Banjir dan Macet Menerpa Kota. Liputan6.com. Surabaya.
Retrieved from https://www.liputan6.com/regional/read/3174852/ketika-hujan-deras-banjir-
dan-macet-menerpa-kota-surabaya
Zubaidi, Fuad. (2007). Pengaruh timbal balik perilaku dan ruang disadur dari
http://arsitadulako.blogspot.com/2007/05/pengaruh-timbal-balik-dan-ruang.html tanggal 15
April 2017 pukul 4.15 WIB










