Kualitas dan Morfologi Permukiman Pesisir Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang
DOI:
https://doi.org/10.36456/waktu.v21i01.6055Keywords:
Kawasan Pesisir, Kondisi Fisik Permukiman, Kualitas Permukiman, Morfologi PermukimanAbstract
Kecamatan camplong merupakan pesisir selatan Kabupaten Sampang yang berperan dalam konstelasi wilayah Kabupaten sebagai Pusat Pelayanan Kawasan Serta memiliki tingkat interaksi tertinggi dengan ibukota kabupaten. Terdapat 4 desa kumuh di wilayah pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi fisik dan kualitas permukiman serta morfologi permukiman kawasan pesisir Kecamatan Camplong Kabuapten Sampang. Metode analisis yang digunakan adalah deskripstif kualitatif dengan teknik analisis persentase untuk menjawab rumusan masalah yang pertama dan kedua sedangkan analisis pola morfologi yang digunakan teknik komperasi antara kondisi eksisting dengan teori hasan. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa kondisi fisik permukiman di wilayah perencanaan ditinjau dari aspek luasa tanah perkarangan 40% sebesar 3-5m2, luas bangunan rumah 35% sebesar 45-54m2, jenis lantai rumah 74% berupa keramik, atap ruamh 72% berupa genting, 36% pengelolaan sampah dibakar, 63% memanfaatkan jenis sumber air bersih dari sumur, dan semua rumah sudah terlayani jaringan listrik. Pola morfologi arah lautan dan morfologi sejajar garis pantai. Kualitas penataan dan kebersihan dalam rumah masyarakat pesisir sebesar 34% kategori sangat bersih dan sangat tertata, sedangkan kualitas penataan dan kebersihan halaman rumah sebesar 32% termasuk bersihg dan tertata.
References
Basri, A. (2018). 12 Desa dan Kelurahan Masuk Kawasan Kumuh. Sampang: RadarMadura.id. https://radarmadura.jawapos.com/berita-daerah/sampang/05/11/2018/12-desa-dan-kelurahan-masuk-kawasan-kumuh.
Siswanto, A. D., & Nugraha, W. A. (2016). Permasalahan Dan Potensi Pesisir Di Kabupaten Sampang. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 9(1), 12-16. DOI: https://doi.org/10.21107/jk.v9i1.1034
Sugiyono. (2017). Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, dan R&D. Bandung: Alfabeta
Ridwan. (2004). Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.
Simanjuntak. (2014). Morfologi Kampung Nelayan Belawan Medan (Dissertation, Universitas Sumatera Utara).
Daumpung, A. D., Sela, R., & Franklin, P. (2021). Analisis Morfologi Permukiman Di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Sabua: Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur, 10(1), 84-93.
Prasti, A., dan Widyastuti. (2015). Kondisi Fisik dan Kualitas Permukiman Kawasan Pesisir Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Geotadulako, 3(6).
Carolina, M. A. (2013). Tingkat Kekumuhan Permukiman Dengan Menggunakan Discriminant Analysis (Studi Kasus: Permukiman Pesisir di Desa Dharma Tanjung, Kecamatan Camplong–Kabupaten Sampang) (Doctoral dissertation, ITN Malang).
Putri, M. A., Rahayu, M. J., & Putri, R. A. (2017). Bentuk Morfologi Kawasan Permukiman Urban Fringe Selatan Kota Surakarta. Jurnal Pengembangan Kota, 4(2), 120-128.. DOI: https://doi.org/10.14710/jpk.4.2.120-128
Simaela, D. H., Tilaar, S., & Warouw, F. (2019). Analisis Morfologi Permukiman Di Kawasan Pesisir Kecamatan Tumpaan. Spasial, 6(3), 637-645.
Hamka, H. (2017). Tipomorfologi Kawasan Permukiman Nelayan Pesisir Pantai Pelabuhan Bajoe Kab. Bone. Spectra, 15(29), 41-52.










